Home Artikel

Artikel Terbaru

Artikel PurdieGagal Kuliah, Jadilah Entrepreneur
14/07/2011

"Mulailah berwirausaha justru di saat kita tidak punya apa-apa" Purdi E. Chandra  Waktu kuliah dulu saya punya teman yang pandai dan memiliki wawasan dunia bisnis yang lumayan. Ide-ide rencana usaha  [ ... ]


Artikel PurdieEntrepreneur Kreatif
21/09/2011

Kalau, anda berani tampil beda, itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur. Purdi E. Chandra
  Dunia entrepreneur merupakan dunia tersendiri yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wir [ ... ]


Artikel PurdieBerani Dulu, Baru Trampil
10/05/2011

"Saya bisanya hanya nggodhog wedang atau merebus air, tapi akhirnya saya bisa
juga punya restoran. Itu karena, saya punya keberanian." Purdi E.Chandra
 Saat saya berbicara pada kuliah kewirausahaan [ ... ]


Artikel PurdieBanyak Sumber Penghasilan
21/09/2011


"Sebagai entrepreneur, kita sebaiknya tidak hanya memiliki satu sumber
penghasilan." Purdi E. Chandra
 Bisnis, biasanya dimulai dengan coba-coba, kadang malah asal-asalan. Dimulai dengan modal seadanya [ ... ]


Other Articles
Cara Gila Jadi Pengusaha
Peluang Bisnis Pendidikan yang Mengguntungkan PDF Print E-mail
Tuesday, 26 July 2011 03:45

purdie dan smart englishHadirnya Globalisasi dan Era Informasi menuntut kita untuk menguasai bahasa Asing, terutama bahasa Inggris. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional semakin nyata dibutuhkan.

 

Para pencari kerja, karyawan, siswa sekolah maupun mahasiswa saat ini dituntut bukan hanya bisa berbahasa Inggris secara pasif tetapi juga aktif berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Para siswa / mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 maupun ingin menimba ilmu ke Negara lain seperti Amerika, Australia, Eropa dll pun juga wajib hukumnya untuk menguasai bahasa Inggris.

 

Kebutuhan akan penguasaan bahasa Inggris yang tinggi di khususnya di Indonesia merupakan peluang besar bagi pengusaha jasa pendidikan bahasa Inggris.

 

Sekalipun peluangnya sangat besar, akan tetapi untuk memulai bisnis ini diperlukan ketrampilan khusus, pengalaman dan kemampuan manajemen serta marketing khususnya dalam bidang pendidikan.

 

Untuk memudahkan proses memulai bisnis pendidikan bagi Anda yang tertarik untuk memulai bisnis di bidang pendidikan, maka Smart English  menawarkan sistem kerja sama franchise yang saling menguntungkan. Dengan pengalaman dan sistem yang telah teruji, Smart English menawarkan langkah cerdas memulai bisnis Franchise Smart English dengan berbagai kemudahan dan keunggulan antara lain :

1. Dapat dimiliki oleh siapa saja tanpa latar belakang pendidikan maupun usaha sebelumnya

2. Support rekruitmen dan pelatihan bagi karyawan dan tenaga pengajar

3. Bebas royalty selama 1 tahun pertama, sehingga pemilik dapat segera memperoleh profit. Bisnis pendidikan adalah bisnis yang terus berkembang dan berprospek cerah

4.Sistem belajar yang smart, fun, dan aktif yang telah terbukti selama 7 tahun.

5.Mendapatkan dukungan total dari sistem akademik, manajemen, dan pemasaran dari kantor Pusat

6.Investasi yang terjangkau dan proyeksi keuntungan yang sangat menarik (BEP kurang dari 2 tahun)

 

Smart English hadir untuk memberikan pelayanan terbaik dalam membantu penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan dunia. Dengan menggabungkan konsep Edutainment dan Student Center, maka belajar di Smart English menjadi sangat mudah, mengasyikkan dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

 

Hingga tahun ke-7 ini, Smart English telah melayani lebih dari 25.000 peserta kursus / les dengan berbagai level yang berasal dari pelajar, mahasiswa, pegawai dan masyarakat umum di 14 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.



Saat ini Smart English membuka kesempatan bagi Anda yang ingin memulai bisnis pendidikan melalui sistem waralaba/franchise tanpa perlu repot, pusing, dan langsung mendapatkan profit.

 

Hanya dengan biaya Rp. 90 juta, Anda dapat memiliki outlet Smart English di kota Anda dengan sistem franchise. Pay back Period sekitar 2 tahun. Dapatkan diskon  20% untuk pembeli franchise periode 15 Juli – 15 Agustus 2011. Bebas royalty fee untuk 1 tahun pertama dan  booking fee hanya 10%.

 

Bagi yang berminat untuk menjadi franchisee Smart English dapat menghubungi Bp.Bambang (08567899503 /0274-8249407). Silakan kunjungi juga website kami di www.smartenglish.co.id

 

 

 

Last Updated on Wednesday, 27 July 2011 01:51
 
Franchise : “Cara Mudah Mencapai Sukses Dalam Bisnis” PDF Print E-mail
Tuesday, 26 July 2011 02:19

successPada sebuah seminar kewirausahaan yang saya isi, setelah saya menjelaskan berbagai keuntungan menjadi pengusaha seperti misalnya kebebasan waktu, kebebasan berekspresi dan yang terutama kebebasan finansial, saya kemudian bertanya siapa yang ingin menjadi pengusaha? Hampir semua peserta tertarik untuk menjadi pengusaha. Pertanyaan selanjutnya yang saya ajukan adalah “usaha apa yang ingin dimulai” ? Ternyata hanya sedikit orang yang mempunyai pandangan tentang usaha yang ingin dimulai.

Kesimpulan saya menunjukkan bahwa banyak orang yang ingin memulai sebuah usaha tetapi karena tidak mempunyai latar belakang sebagai wirausaha, pada akhirnya keinginan untuk memulai sebuah usaha berlalu begitu saja.

            Mari kita lihat merek-merek yang dapat kita temui dengan mudah dimana-mana, seperti misalnya McD, KFC, ataupun Pizza Hut. Merek-merek ini adalah merek makanan cepat saji yang berasal dari luar negeri yang banyak kita jumpai di pusat-pusat belanja di tanah air, dan untuk di wilayah Indonesia, merek-merek tersebut dimiliki oleh orang Indonesia, bagaimana bisa ?         

            Ternyata, merek tersebut telah dikembangkan dengan sistem Franchise, dimana pemilik mereknya telah memberikan hak kepada partner bisnisnya di wilayah tertentu, yaitu Indonesia untuk membuka usaha sejenis dengan merek dan standar operasional yang sama dengan merek yang  difranchisekan. Dengan system franchise maka calon pengusaha/partner usaha memperoleh berbagai kemudahan dalam memulai usaha barunya, antara lain :

  • Mengurangi Resiko Kegagalan.
Bisnis yang difranchisekan biasanya telah teruji baik produknya maupun sistemnya, sehingga dengan bekerja sama dengan merek yang telah difranchisekan maka calon pengusaha tidak perlu melakukan trial-error dalam usaha, karena segala sistem operasional maupun produknya telah disiapkan oleh pihak franchisor.
 
  • Hemat Waktu dan Biaya
Calon pengusaha tidak perlu mempersiapkan sendiri produk yang akan dijual, misalnya ingin berjualan makanan cepat saji tidak perlu latihan memasak, mencoba berbagai resep dan adonan, atau ingin buka jasa pendidikan, tidak perlu membuat materi pelajaran sendiri, karena telah disiapkan oleh pihak franchisor, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak dana untuk trial, error produk dan jasa.
 
  • Bisnis Bisa Cepat Beroperasi
Dengan dibantu oleh pihak Franchisor maka bisnis yang diinginkan dapat segera di-set-up, dan cepat beroperasi dan memperoleh keuntungan.
 
  • Mendapatkan Support dari Franchisor
Pihak franchisor akan membantu mulai dari pemilihan lokasi yang cocok untuk usaha, pemilihan tata ruang dan desain lokasi tempat usaha. Selain itu untuk masalah promosi, rekruitmen hingga pelatihan bagi karyawan juga mendapatkan bantuan dari pihak franchisor. Demikian juga supplay produk dan jasa serta sistem operasi yang diperlukan dalam usaha, akan mendapatkan support dari pihak franchisor.
 

Sistem franchise yang 3 tahun terakhir ini cukup marak berkembang di Indonesia dengan berbagai pilihan produk dan jasa, seperti bisnis kuliner, pendidikan, automotive, hiburan dll membuat semakin mudah dan aman bagi setiap calon pengusaha untuk memulai usaha sesuai dengan bidang yang diinginkan.

Untuk memulainyapun para calon pengusaha tinggal memilih bisnis yang diinginkan dan menghubungi pemilik merek tersebut. Calon pengusaha franchise (franchisee) kemudian akan mendapatkan informasi tentang usaha yang akan dijalankan. Apabila terjadi kecocokan maka dapat dilakukan perjanjian bisnis antara calon pengusaha (franchisee) dengan pemilik merek (franchisor) dalam bentuk MOU dengan membayar sejumlah dana yaitu franchise fee untuk persiapan pembukaan bisnis dan memperoleh hak penggunaan merek dagang dalam waktu tertentu dan membayar royalty perbulan yang besarnya sesuai dengan ketentuan oleh pemilik merek.

Selanjutnya adalah persiapan pembukaan usaha, dimana pada tahap ini, pihak pemilik merek (franchisor) akan membantu mempersiapkan usaha yang akan dibuka bersama, mulai dari survey lokasi, rekruitmen dan training karyawan, desain tempat usaha, marketing, dan layanan produk dan jasa.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan dengan pola bisnis Franchise, maka para calon pengusaha dapat lebih mudah menjadi pengusaha tanpa harus repot mengurusi bisnisnya sendiri dan tidak diperlukan latar belakang usaha tertentu dan yang menarik adalah calon pengusaha tidak harus meluangkan 100% waktunya pada bisnis barunya karena didukung oleh sistem operasional oleh franchisor. Sistem Franchise juga memungkinkan seseorang dapat memiliki berbagai bisnis yang berbeda di tempat yang berbeda.

Selamat Datang Pengusaha Franchise!


Ingin memiliki Bisnis Kursus Bahasa Inggris dengan sistem Franchise ?

Investasi Terjangkau, Bebas Royalty tahun I  : Hubungi 08567899503

 

Last Updated on Tuesday, 26 July 2011 03:59
 
Bukan Melulu Karena Uang
Tuesday, 28 June 2011 08:49

"Kesuksesan bisnis kita bukan semata-mata uang, tapi visi. Karena itu, visi masa depan harus kita miliki."  Purdi E.Chandra

 

Saya kira, tidak sedikit obsesi entrepreneur dalam menekuni bisnisnya, bukan semata karena uang. Banyak dari mereka yang maju karena visi, yaitu ingin menciptakan lapangan pekerjaan, dan dari usahanya itu mempunyai dampak sosial bagi kesejahteraan masyarakat. Dan, karena visinya seperti itu, maka dengan berhasil menciptakan lapangan kerja, atau usahanya memiliki dampak sosial yang positif, maka hal itu pun sudah merupakan sesuatu yang sangat memuaskan dirinya.


Bahkan, saya merasakan, bahwa dengan memiliki visi itu, maka kalaupun usaha yang kita jalankan tidak untung, tetapi tetap jalan, maka hal tersebut bukanlah merupakan permasalahan yang amat penting.


Selama ini saya jarang melihat, ada entrepreneur yang mencapai puncak prestasinya, dengan cara lebih menempatkan uang sebagai penggerak utamanya. Tapi saya berpendapat, keberhasilannya karena ia memang lebih punya kemampuan menggerakkan visinya. Sehingga, sosok entrepreneur seperti ini, selalu saja punya keinginan merubah cara kerja dunia.


Mereka selalu kreatif dan inovatif, Mereka menikmati apa yang dilakukannya. Pendeknya, visi itulah yang sebenarnya menggerakkan entrepreneur melakukan sesuatu yang akhirnya usahanya meraih kesuksesan.


Hanya saja, untuk bisa menjadi entrepreneur yang baik, maka perlu memiliki kebebasan untuk mengejar visi-visi tersebut. sebaliknya, jika tak dapat melakukannya, maka kita tidak akan pernah memperoleh keuntungan dari hal tersebut.


Pengusaha yang bisa kita jadikan contoh memiliki visi yang luar biasa adalah Bill Gates pendiri perusahaan komputer perangkat lunak terbesar di dunia, Microsoft Corp, yang baru-baru ini meraih gelar Doctor (HC) di sebuah universitas di Jepang. Pengusaha ini termasuk orang tersukses pada akhir abad ke-20 dalam kategori bisnis.


Namun, dari apa yang saya pahami, keberhasilannya itu karena ia memiliki visi dan komitmen untuk sukses, dan ternyata Bill Gates sangat menikmatinya. Jelas, bahwa kesuksesannya nyata-nyata bukan Semata-mata karena soal uang, tetapi karena ia memiliki komitmen yang luar biasa pada visinya. sesuatu yang mungkin sulit kita bayangkan sebelumnya.


Dalam konteks ini, saya sependapat dengan Fred Smith, pendiri dan CEO Federal Express Corporation, bahwa untuk bisa menjadi entrepreneur sukses, semestinya kita juga memiliki kemampuan melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Atau minimal melihat sesuatu dalam cara yang berbeda dari orang lain yang melihatnya secara tradisional.


Jadi menurut saya, sebaiknya kita sebagai seorang entrepreneur, memiliki kemampuan membuat visi masa depan. Disamping juga, kita harus mampu menggunakan intuisi, bahkan kalau perlu kita pun juga sering membuat perubahan “revolusioner”. Dengan begitu, setidaknya kita memiliki kemampuan melihat masa depan dengan lebih baik. Kita harus yakin, bahwa tahun-tahun ke depan akan menjadi masa terbaik bagi para entrepreneur. Maka tak ada salahnya kalau kita berani meraihnya.

Last Updated on Thursday, 30 June 2011 03:11
 
Mimpi Jadi Investor PDF Print E-mail
Tuesday, 10 May 2011 00:00

"Menjadi investor, berarti uang bekerja untuk kita." Purdi E.Chandra


Menjadi karyawan (employee), bisnis sendiri (self-employed), menjadi pengusaha(bussines owner), dan sekaligus sebagai investor, itu memang bisa saja menjadi pekerjaan kita. contohnya, dokter. selain dia sudah tercatat sebagai pegawai negeri atau sebagai karyawan, dia pada saat praktek di rumah atau di tempat prakteknya, maka sang dokter itu sudah mengelola bisnis sendiri.
 
Nah, apabila, dokter itu punya klinik atau laboratorium, maka dia sebagai layaknya pengusaha. Sedangkan, kalau dia membeli aset dalam bentuk real estate atau rumah, atau membeli saham, atau ikut sirkah, maka dokter tersebut sebagai investor atau penanam modal. Tapi yang jelas, jika kita ingin mendapatkan kekayaan atau aset untuk masa depan, saya kira, lebih pas atau cocok kalau kita bisa menjadi pengusaha atau investor. Biasanya, kalau kita sudah menjadi pengusaha, maka tidak sulit untuk menjadi investor.
 
Kalau kita sebagai karyawan, maka kita bekerja untuk orang lain. sementara, kalau kita mengelola bisnis sendiri, maka kita bekerja untuk diri kita sendiri, sehingga kalau kita libur tentu tidak akan dapat duit. Karena apa? Itu karena, dengan mengelola bisnis sendiri kita bekerja belum menggunakan sistem. Sehingga, tanpa kita terlibat langsung dalam bisnis itu, maka bisnis tidak bisa jalan.

Jika kita sebagai pengusaha, maka orang bekerja untuk kita. Artinya, kita sudah menggunakan sistem. Katakanlah, kalau kita sebagai pengusaha sedang cuti atau libur satu tahun, bahkan waktunya cukup lama sekalipun, maka bisnis itu tetap jalan. Bahkan, tak menutup kemungkinan bisnis kita justru lebih maju. Dan, saya kerap kali melihat, bahwa mereka yang sekarang telah menjadi pengusaha, bisa juga sekaligus sebagai investor. Kalau kita sebagai pengusaha kecil yang kesemuanya dari yang kecil sampai yang besar kita urus sendiri, maka begitu kita libur, uangnya juga libur.

Jika kita sebagai karyawan di perusahaan yang memberikan gaji besar, dan kita bisa menabung, maka setelah pensiun kita bisa jadi investor. Kalau kita sebagai karyawan dengan penghasilan pas-pasan, itu bisa dengan memulai usaha atau bisnis kecil-kecilan atau mengelola bisnis sendiri yang masih kecil. Oleh karena itu, saya berpendapat kalau sekarang ini posisi kita sebagai karyawan, maka kita sebaiknya berusaha keras, bagaimana bisa punya bisnis sendiri. Setelah bisnis itu jalan, maka bagaimana kita berusaha mengembangkan sistem, dimana bisnis kita menjadi besar. Sampai akhirnya kita bisa menjadi pengusaha.

Dan, setelah itu bukan hal yang tak mungkin, kalau kemudian kita bisa menjadi investor. Menjadi investor berarti uang bekerja untuk kita. Maka, kalau kita mau kaya, mestinya tidak cukup kita menjadi karyawan atau sekedar punya bisnis kecil-kecilan, sebaiknya kita harus berani menjadi pengusaha atau investor, sekalipun untuk menuju ke arah sana bukan hal yang mudah. Tak sedikit tantangan yang harus kita hadapi. Tapi yakinlah, dengan kita memiliki jiwa entrepreneur, mimpi jadi investor akan menjadi kenyataan.

Last Updated on Thursday, 14 July 2011 04:32
 
Gagal Kuliah, Jadilah Entrepreneur PDF Print E-mail
Wednesday, 16 March 2011 00:00
"Mulailah berwirausaha justru di saat kita tidak punya apa-apa" Purdi E. Chandra
 
Waktu kuliah dulu saya punya teman yang pandai dan memiliki wawasan dunia bisnis yang lumayan. Ide-ide rencana usaha yang muncul dari pemikirannya sangat cemerlang. Selalu saja, ide-ide itu adalah ide bisnis yang menarik, prospektif, dan berpeluang besar untuk digarap. Semua teman kuliah berdecak kagum dengan lontaran ide-idenya.
 
Tetapi ide-ide itu tinggal ide saja. Sampai hari ini belum ada satu pun bisnis yang pernah dijalankannya. Malahan, terakhir saya ketemu dia, berstatus karyawan sebuah perusahaan publik di Jakarta. Dia memang terlalu pandai untuk merencanakan sebuah usaha sekaligus terlalu takut untuk memulai.

Ada juga mahasiswa yang pernah datang pada saya. Dia menyatakan ingin berwirausaha, kemudian dia mengatakan, bahwa dirinya belum punya modal dan tidak begitu pandai. Saya katakan pada dia: “Kebetulan!” Kemudian saya katakan lagi: “Jangan takut, karena modal utama untuk memulai bisnis adalah keberanian.”
 
Mengapa saya katakan seperti itu? Sebab, biasanya kalau terlalu pinter itu malah terlalu berhitung. Orang yang tahu banyak hal, maka dia akan tahu banyak risiko dan halangan di depannya. Hal itu menurut saya justru akan menciutkan nyalinya.
 
Saya malah pernah bilang pada seorang sarjana yang ingin berwirausaha. Saya katakan: “Sekarang, abaikan ijazahmu. Buatlah dirimu seolah-olah tidak punya apa-apa, kecuali semangat dan keinginan yang kuat.”

Saya teruskan: “Mulailah berwirausaha justru pada saat Anda tidak punya apa-apa. Saat Anda merasa tertekan. Saat Anda tidak dapat berbuat apa-apa dengan ijazah Anda. Saat Anda kebingungan karena harus bayar kredit rumah. Atau pada saat Anda merasa terhina.”
 
Memang nasehat saya ini agak berbeda dengan kebanyakan orang. Biasanya orang menyarankan, kalau mau usaha sebaiknya mengumpulkan modal dulu, kemudian cari tempat dan seterusnya. Tetapi, banyak orang sukses sebagai wirausahawan justru dimulai dari sebaliknya, hanya punya semangat dan tidak punya apa-apa. Kondisi yang ada memaksa mereka harus “bermimpi” tentang masa depannya, kemudian tertantang untuk menggapainya, dan berusaha keras untuk mewujudkannya.
 
Anda tentu tahu atau paling tidak pernah mendengar nama Steve Jobs. sebelumnya dia bukan siapa-siapa. Jobs hanyalah anak muda yang gemar bercelana jeans belel dan berkantong kempes. Belakangan, dia membuat Apple Computer di garasi rumahnya, dan mendirikan perusahaan yang masuk Fortune 500 lebih cepat dari siapapun sepanjang sejarah.
 
Jobs adalah contoh orang yang berhasil dalam berwirausaha, justru bukan karena kepandaiannya di bangku kuliah. Tapi, karena ia memiliki keberanian dan keyakinan akan usaha yang digelutinya. Dia mampu bertindak merealisasi gagasannya dengan meninggalkan lingkungan kuliah dan teman-temannya yang suka berhura-hura.
 
Tapi, saya tidak menyarankan Anda untuk mengabaikan pendidikan. Hanya saja, saya ingin mengatakan, bahwa untuk menjadi wirausahawan terlebih dahulu dibutuhkan keberanian memulai (bertindak), untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Hal tersebut harus segera dilakukan, sebelum orang lain mendahuluinya. Kepandaian akademis akan diperlukan bila usaha kita sudah berjalan, dan itu bisa kita dapatkan dengan mengikuti kuliah lagi, atau kita bisa membayar orang-orang pandai sebagai karyawan atau konsultan.
Last Updated on Thursday, 14 July 2011 04:34
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4

Terlaris Sejak 2011 :

Banner

Propertypreneur

Menjadi Pengusaha Properti Modal Nekat
25/07/2011 | Admin

Suatu ketika saat berada dalam penerbangan Lion, duduk disebelah saya seorang bapak yang senang berbincang-bincang, sehingga walaupun saya agak ngantuk, saya terpaksa melayani beliau berbincang. Set [ ... ]


EBOOK MASTER PROPERTY

Banner

Franchise

Franchise : “Cara Mudah Mencapai Sukses Dalam Bisnis”
26/07/2011 | Admin

Pada sebuah seminar kewirausahaan yang saya isi, setelah saya menjelaskan berbagai keuntungan menjadi pengusaha seperti misalnya kebebasan waktu, kebebasan berekspresi dan yang terutama kebebasan fi [ ... ]


Peluang Bisnis Pendidikan yang Mengguntungkan
26/07/2011 |

Hadirnya Globalisasi dan Era Informasi menuntut kita untuk menguasai bahasa Asing, terutama bahasa Inggris. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional semakin nyata dibutuhkan.   Para pencari [ ... ]


Other Articles

    Who's Online

    We have 11 guests online